Kompasaktual..Com – Parungpanjang – Menghadapi dampak kemarau ekstrem yang melanda wilayah Kecamatan Parungpanjang selama sekitar enam bulan terakhir, Muspika Parungpanjang bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Parungpanjang menggelar shalat Istisqa berjamaah.
Kegiatan ibadah tersebut dipusatkan di halaman Kantor Kecamatan Parungpanjang, Perum 1, pada Jumat (19/9/2026) mulai pukul 08.00 WIB. Sekitar 500 jamaah dari berbagai unsur masyarakat turut mengikuti pelaksanaan shalat Istisqa dengan khidmat.
Shalat Istisqa merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar dan doa untuk memohon turunnya hujan. Selain memanjatkan permohonan kepada Allah SWT, kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan introspeksi, memohon ampunan, serta mempererat kebersamaan dalam menghadapi dampak kekeringan.
Kemarau panjang di wilayah Parungpanjang disebut berdampak terhadap ketersediaan air bersih. Kondisi tersebut juga diikuti dengan adanya sejumlah insiden kebakaran hutan dan lahan di beberapa titik, sehingga penanganannya membutuhkan sinergi berbagai pihak.
Pelaksanaan shalat Istisqa dipimpin Ustad Didi, sementara khotbah disampaikan Ketua MUI Kecamatan Parungpanjang, KH. Adnan. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Muspika, Serma Ryan Batuud Koramil 0621-23/Parungpanjang, ulama dan pengurus MUI, para kepala desa beserta perangkat desa, pimpinan organisasi kemasyarakatan, insan pers, serta siswa dan tenaga pendidik dari sekolah PGRI Parungpanjang.
Camat Parungpanjang, Drs. Chairuka Judhyanto, M.Si., mengatakan bahwa menghadapi kondisi kekeringan diperlukan sinergi dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini kita bersama kepala desa, jajaran MUI, serta Muspika dapat melaksanakan shalat Istisqa berjamaah. Kegiatan yang dihadiri kurang lebih 500 orang ini menjadi ajang silaturahmi lintas elemen, termasuk bersama perwakilan insan pers dan insan pendidikan,” ujar Chairuka kepada awak media.
Menurutnya, pelaksanaan shalat Istisqa juga menjadi momentum untuk bersama-sama memohon ampunan dan pertolongan kepada Allah SWT.
“Melalui pelaksanaan shalat Istisqa dan kerendahan hati untuk memohon ampunan kepada Allah SWT, kita berharap keberkahan hujan dapat segera dicurahkan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Forum Wartawan Jaya Indonesia (FWJI) Korwil Bogor Raya, Awang, yang turut mengikuti kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam menghadapi berbagai ujian, termasuk kemarau panjang.
“Sebagai umat manusia, kita tentu memiliki keterbatasan saat menghadapi ujian bencana seperti kemarau panjang ini. Tempat kita bersimpuh untuk memohon ampunan dan pertolongan hanyalah kepada Allah SWT,” ungkap Awang.
Kegiatan shalat Istisqa tersebut diharapkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama masyarakat Parungpanjang dalam menghadapi kemarau panjang. Selain pendekatan spiritual, penanganan dampak kekeringan dan potensi kebakaran tetap membutuhkan langkah teknis serta sinergi pemerintah dan masyarakat.
Masyarakat berharap hujan segera turun, ketersediaan air bersih kembali normal, risiko kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan, serta kondisi lingkungan di wilayah Parungpanjang kembali pulih. (Red)


